jump to navigation

Dosa yg lebih besar daripada berzina, sekedar sharing bro.. 7 Februari 2009

Posted by www.dizlees.com in aGHi_sPyWaRe.
trackback

ini gw dapet dari email, diminta untuk disebarkan..

maaf kalo kurang berkenan….

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada
dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh
wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang
bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus
kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Iamelangkah terseret-seret
mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah
ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk
sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,
“Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi
Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya. ” jawab wanita cantik.
“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun
terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat,
hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil.
Setelah anak itu lahir, langsung saya……. cekik lehernya sampai……
tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api
matanya. Dengan muka berang ia menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari
sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu.
Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari
dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus
kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi
kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula
manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya,
betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat
Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,
“Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya? ” Nabi Musa
terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan
pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada
Jibril.

“Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” ”
Ada !” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian
penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa
menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali
berzina”.Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi
untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk
memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan
tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu
tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap
remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak
untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan
menyesali dosanya dengan
sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah
itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau
menerima kedatangannya.

Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH > Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih
besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an,
membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat
sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam
neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun
terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah
seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua
hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk
melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.

source : http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=172407

Komentar»

1. dawiecool - 25 Februari 2009

itu kisah nya karangan KH Abdurrahman Arroisy saja atau gimana? kalau karangan ya gak papa, kalo asli,saya pengen tau, kan dijaman nabi musa belum ada sholat, setau saya. kan dijaman nabi Muhammad SAW yang diadakan sholat. jadi?? sholat apa yang dimaksud jibril?
saya tidak bermaksud mencari2 kesalahan.. :peace:

Suka


Silahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: